UNIGHA GELAR BIMTEK PENYUSUNAN PROPOSAL P2MW BAGI DOSEN PEMBIMBING
admin BeritaSigli, 06 Februari 2025 – Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) bagi dosen pembimbing. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proposal mahasiswa agar lebih inovatif dan berpeluang besar mendapatkan pendanaan.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Dr. Basri, M.Pd., Kepala Biro Kemahasiswaan Muhammad, M.Pd., Biro Akademik Junaidi, S.Si., M.Mat., sejumlah Ketua Program Studi, dan dosen di lingkungan UNIGHA.
Dalam sambutannya, Rektor UNIGHA, Dr. Heri Fajri, M.Pd., mengajak dosen untuk aktif membimbing mahasiswa dalam bidang kewirausahaan agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Bimtek ini merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan di UNIGHA. Saya berharap dosen dapat mendampingi mahasiswa dengan baik dalam menyusun proposal yang inovatif dan kompetitif. Mari bersama kita wujudkan mahasiswa UNIGHA yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Dr. Heri Fajri.”
Muhammad Nur, SE, M.Si., sebagai pemateri internal yang berpengalaman dalam P2MW, membuka sesi dengan membanggakan pencapaian UNIGHA yang berhasil meraih Juara 3 dalam kategori Hibah Kemahasiswaan Terbaik pada LLDIKTI XIII Award 2024. Ia menekankan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika, termasuk dosen yang terus berperan aktif dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa.
“Alhamdulillah, kita berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang ke-3 kategori Hibah Kemahasiswaan Terbaik pada LLDIKTI XIII Award 2024. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas program-program yang mendukung kewirausahaan mahasiswa,” ujar Muhammad Nur dalam pembukaan materinya.
Dalam sesi pemaparan, Muhammad Nur memberikan strategi penyusunan proposal P2MW yang efektif dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa proposal yang diajukan harus melalui proses review yang ketat, agar benar-benar memenuhi standar kelayakan dan berpotensi mendapatkan pendanaan.
“Dosen pembimbing harus memastikan bahwa proposal yang diajukan telah melalui proses review yang matang. Proposal yang berkualitas tinggi tidak hanya akan lebih mudah lolos pendanaan, tetapi juga akan membantu mahasiswa dalam mengembangkan usaha mereka secara nyata,” jelasnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan dari peserta terkait tantangan dalam membimbing mahasiswa wirausaha serta kiat sukses dalam menyusun proposal yang kompetitif.
Dengan adanya bimtek ini, UNIGHA berharap dapat semakin meningkatkan jumlah proposal berkualitas yang diajukan oleh mahasiswa serta mendukung perkembangan usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNIGHA dalam menciptakan budaya kewirausahaan yang lebih kuat di kalangan mahasiswa.
Penulis : Ulil Azmi